Mengatasi Amarah
عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَةٍ قَالَ: اسْتَب رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ ﷺ فَجَعَلَ أَحَدُهُمَا تَحْمَرُ عَيْنَاهُ وَتَنْتَفِعُ أَوْدَاجُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ : إِنِّي لَأُعْرِفُ كَلِمَةٌ لَوْ قَالَهَا هَذَا، لَذَهَبَ عَنْهُ الَّذِي يَجِدُ، أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ فَقَالَ مِنْ حنون؟ الرجل هل ترى : ی بی
Dari Sulaiman bin Shurad, ia berkata, “Dua orang pernah saling mencaci di hadapan Nabi hingga tampak merah mata dan lipatan urat di leher salah seorang di antara keduanya. Maka Rasulullah bersabda, “Sungguh aku mengetahui sebuah kalimat yang jika dibaca olehnya (orang yang tengah marah) pasti akan hilang perasaan jengkelnya, (yaitu) “Audzu billahi minasy-syaithanir-rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk).” Maka orang itu berkata, ‘Apakah nampak olehmu aku ini seperti orang gila?”
Shahih: At-Tirmidzi (3696): Muttafaq ‘Alaih
* Shahih Abu Daud : Bab 3
* Nomor 4781 : Halaman 305
Hadis ini memberikan gambaran betapa besar pahala bagi orang yang mampu menahan amarahnya.
Beberapa cara mengatasi amarah berdasarkan hadis dan ajaran Islam
1. Berlindung kepada Allah SWT: Ketika merasa marah, segera membaca ta’awudz (a’udzu billahi minas syaitonir rajim) untuk memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang selalu berusaha memicu amarah manusia.
2. Berwudhu: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa amarah itu berasal dari setan dan setan diciptakan dari api, dan api hanya bisa dipadamkan dengan air. Oleh karena itu, berwudhu dapat membantu meredakan amarah.
3. Mengubah posisi: Jika seseorang marah dalam posisi berdiri, maka hendaknya ia duduk. Jika ia marah dalam posisi duduk, maka hendaknya ia berbaring.
4. Mengingat keutamaan menahan amarah: Mengingat pahala besar yang dijanjikan Allah bagi orang yang mampu menahan amarah dapat menjadi motivasi untuk mengendalikan diri.
5. Mengingat akibat buruk dari amarah: Amarah yang tidak terkendali dapat menyebabkan penyesalan di kemudian hari, merusak hubungan dengan orang lain, bahkan dapat membahayakan diri sendiri.
6. Berpikir sebelum bertindak: Sebelum meluapkan amarah, cobalah untuk berpikir terlebih dahulu mengenai akibat dari tindakan tersebut.
7. Memaafkan: Memaafkan orang yang telah membuat kita marah adalah salah satu cara terbaik untuk meredakan amarah dan menenangkan hati.
Mengatasi amarah adalah bagian dari perjuangan melawan hawa nafsu. Dengan mengikuti ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan senantiasa memohon pertolongan kepada Allah SWT, kita dapat menjadi pribadi yang lebih sabar dan mampu mengendalikan diri.
[karis, 2025 ]
Leave a Reply