Hadist Tentang Sakit yang Dapat Melebur Dosa



عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ خَالِدٍ السَّلَمِيُّ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ – وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ مِنْ رَسُولِ اللهِ – قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا سَبَقَتْ لَهُ مِنَ اللَّهِ مَنْزِلَةٌ لَمْ يَبْلُعْهَا بِعَمَلِهِ، ابْتَلَاهُ اللَّهُ فِي جَسَدِهِ، أَوْ فِي مَالِهِ، أَوْ فِي وَلَدِهِ ثُمَّ صَبَّرَهُ صَيَّرَهُ عَلَى ذَلِكَ ثُمَّ اتَّفَقَا حَتَّى يُبْلِغَهُ الْمَنْزِلَةَ الَّتِي سَبَقَتْ لَهُ مِنَ اللَّهِ تعالى.

Dari Muhammad bin Khalid As-Salami dari ayahnya, dari kakeknya salah satu sahabat Rasulullah SAW- ia berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya jika Allah telah menghendaki seorang hamba tidak sampai kepada derajat dengan amalnya, maka Allah akan memberikan ujian pada fisik, harta atau pada keturunannya (anaknya). Kemudian Allah ciptakan kesabaran pada hamba tersebut sampai ia mencapai derajat yang telah Allah SWT tetapkan.”
(Shahih) Ash-Shahihah

– Shahih Abu Daud : Bab 2
– Nomor 3090 : Halaman 436

Sakit dalam pandangan Islam sering dianggap sebagai ujian dari Allah yang dapat berfungsi sebagai penggugur dosa.
Berikut adalah beberapa poin penting mengenai konsep ini:

1. Hadits tentang Sakit sebagai Penggugur Dosa:
• Dalam beberapa hadits, Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa setiap penyakit, keletihan, atau kesakitan yang dialami seorang Muslim dapat menghapuskan dosa-dosanya. Salah satu hadits menyatakan, “Tidaklah menimpa seorang Muslim suatu penyakit, keletihan, kepedihan, kesedihan, hingga kecemasan yang dirasakannya, melainkan dengan semua itu Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya” (HR Muslim)

2. Sakit sebagai Ujian dan Kesempatan untuk Beribadah:
• Sakit dianggap sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa dan ibadah. Dalam keadaan sakit, seseorang diharapkan untuk bersabar dan berserah diri kepada-Nya, yang mana hal ini dapat menjadi berkah dan penghapus dosa

3. Penyakit dan Pembersihan Dosa:
• Penyakit tidak hanya dilihat sebagai musibah, tetapi juga sebagai cara Allah untuk membersihkan dosa-dosa hamba-Nya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW menyatakan bahwa sakit dapat berfungsi seperti api yang menghilangkan kotoran dari emas dan perak

4. Sikap Terhadap Sakit:
• Umat Islam dianjurkan untuk bersyukur dan introspeksi saat menghadapi sakit. Ini merupakan bentuk kasih sayang Allah yang memberikan kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri

Meskipun sakit bukanlah jaminan mutlak untuk menghapus dosa, sikap sabar dan tawakal terhadap ujian ini dapat menjadikannya sebagai sarana penggugur dosa bagi seorang Muslim
Dengan demikian, sakit dalam Islam bukan hanya sekadar penderitaan, tetapi juga bisa menjadi jalan menuju pengampunan dan pembersihan jiwa dari dosa-dosa yang telah dilakukan

[Karis, 2025]


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *