HADIST TENTANG HARTA YANG WAJIB DIKELUARKAN ZAKATNYA
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِي يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : لَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْس ذَوْدِ صَدَقَةٌ وَلَيْسَ فِيمَا دُون خَمْس أَوَاقِ صَدَقَةٌ وَلَيْسَ فِيمَا دُونَ خَمْسَة أَوْسُقٍ صَدَقَةٌ
Dari abu said al Khudri, dia berkata “ Rasulullah SAW bersabda, ‘pada harta (hewan) yang kurang dari lima ekor untua tidak terdapat zakat, dan pada harta (emas dan perak) yang kurang dari lima “Awaq” tidak terdapat zakat, dan pada harta (hasil pertanian) yang kurang dari lima “Wasaq” tidak terdapat zakat.’
– Shahih Abu Daud : Bab 1
– Nomor 1558 : Halaman 597
Awaq
Awaq adalah bentuk jamak dari kata “wasq” yang digunakan dalam konteks zakat pertanian. Istilah ini merujuk pada ukuran atau timbangan tertentu yang digunakan untuk mengukur hasil pertanian yang dikenakan kewajiban zakat. Dalam hal ini, satu wasq setara dengan 60 sha’, di mana satu sha’ dapat bervariasi dalam berat tergantung pada jenis biji-bijian yang diukur. Dalam konteks zakat, batas minimal hasil pertanian yang harus dicapai agar zakat menjadi wajib adalah 5 wasq, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW: “Tidak ada zakat bagi tanaman di bawah 5 wasaq”
Wasaq
Wasaq, seperti yang telah disebutkan, berasal dari kata “ausaq” yang berarti mengumpulkan. Secara makna, wasaq merujuk pada jumlah hasil pertanian yang berhasil dikumpulkan oleh petani. Dalam praktik zakat pertanian, wasaq digunakan untuk menentukan kewajiban zakat berdasarkan jumlah hasil panen. Misalnya, jika seorang petani menghasilkan lebih dari 5 wasaq dari hasil pertaniannya, maka ia diwajibkan untuk membayar zakat atas hasil tersebut
[Ika, 2025]
Leave a Reply