HADIST TENTANG BERBUAT BAIK DAN MEMAAFKAN
حَدَّثَنَا بُنْدَارٌ وَأَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ وَمَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ، قَالُوا: حَدَّثَنَا أبو أَحْمَدَ الزُّبَيْرِيُّ، عَنْ سُفْيَانَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ الرَّجُلُ أَمُرُّ بِهِ، فَلَا يَقْرِينِي، وَلَا يُضَيِّفُنِي، يَمُرُّ بِي، أَفَأَخْزِيهِ؟ قَالَ: لا، اقْرِهِ، قَالَ: وَرَآنِي رَبِّ الثَّيَابِ، فَقَالَ: هَلْ لكَ مِنْ مَالِ؟ قُلْتُ: مِنْ كُلِّ الْمَالِ قَدْ أَعْطَانِيَ اللَّهُ، مِنْ الإِبِلِ وَالْغَنَمِ، قَالَ: فليرَ عَلَيْكَ.
Bundar, Ahmad bin Mani’, dan Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, mereka berkata, Abu Ahmad Az-Zubairi menceritakan kepada kami, dari Sufyan, dari Abu Ishaq, dari Abu Al Ahwash, dari ayah Abu Al Ahwash, ia berkata,
“Ya Rasulullah, aku menjumpai seseorang [Maksudnya bertamu], (akan tetapi) ia tidak mau menjamu. Ia kemudian menjumpaiku, apakah (boleh) aku membalasnya?” Rasulullah menjawab, Tidak, jamulah ia!’ Beliau kemudian melihatku berpakaian usang, kemudian beliau bertanya, ‘Apakah engkau mempunyai harta? Aku menjawab, (Ya), dari harta yang Allah berikan kepadaku, yaitu berupa unta dan kambing. Beliau bersabda, “Tampakanlah (nikmat yang diberikan) kepadamu.”
Shahih: Ghayah Al-Maram (75) Ash-Shahihah (1320)
– Shahih Sunan At-Tirmidzi : Bab 2
– Nomor 2006 : Halaman 568
Dalam Islam, berbuat baik atau ihsan adalah salah satu pilar penting dalam ajaran agama. Ihsan tidak hanya berarti berbuat baik kepada sesama manusia, tetapi juga mencakup berbuat baik kepada hewan, tumbuhan, dan lingkungan sekitar.
Dalil tentang Berbuat Baik
• Al-Qur’an:
o “Dan berbuat baiklah kamu (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu mencari kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77)
o “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat ihsan (kebajikan).” (QS. Al-Baqarah: 195)
Keutamaan Berbuat Baik
• Mendapatkan Ridha Allah: Berbuat baik adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan ridha-Nya.
• Meningkatkan Derajat: Orang yang berbuat baik akan ditinggikan derajatnya di sisi Allah.
• Menghapus Dosa: Kebaikan dapat menghapus kesalahan dan dosa-dosa kecil.
• Mendatangkan Kebaikan Lain: Orang yang terbiasa berbuat baik akan dimudahkan Allah untuk melakukan kebaikan-kebaikan lainnya.
Memaafkan (Al-‘Afw)
Memaafkan adalah salah satu sifat terpuji yang sangat dianjurkan dalam Islam. Memaafkan berarti melepaskan dendam dan rasa marah kepada orang yang telah berbuat salah kepada kita.
Dalil tentang Memaafkan
• Al-Qur’an:
o “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampuni kamu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nur: 22)
o “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS. Asy-Syura: 40)
Keutamaan Memaafkan
• Mendapatkan Ampunan Allah: Allah akan mengampuni dosa-dosa orang yang suka memaafkan.
• Meningkatkan Kemuliaan: Memaafkan akan meningkatkan derajat dan kemuliaan seseorang di sisi Allah dan manusia.
• Mendatangkan Kedamaian: Memaafkan dapat mendatangkan kedamaian hati dan ketenangan jiwa.
• Mempererat Tali Silaturahmi: Memaafkan dapat memperbaiki hubungan yang rusak dan mempererat tali silaturahmi.
Kesimpulan :
Berbuat baik dan memaafkan adalah dua ajaran penting dalam Islam yang saling berkaitan. Keduanya merupakan kunci untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dengan berbuat baik, kita dapat memberikan manfaat kepada sesama dan lingkungan. Dengan memaafkan, kita dapat membersihkan hati dari segala penyakit hati dan membuka lembaran baru yang lebih baik.
[Karis 2025]
Leave a Reply